Selasa, 11 Juni 2013

Review novel Sweetest Thing karya Sienta Sasika Novel





Judul Novel : Sweetest Thing

Penulis         : Sienta Sasika Novel

Penerbit       :Media Pressindo

ISBN              : 978-979-911-239-2

Harga Novel: Rp 32.000
Sinopsis novel

Kenapa gue harus bertemu dengan dia di sini? Apa ini takdir? Atau ini cobaan? Kenapa gue harus ketemu dia di saat kayak gini?pikir Sienta dalam hati. Ia duduk di teras rumah Reyna, melihat matahari terbenam. Lembayung dengan warnanya yang segar terlihat begitu indah.

Sudah empat jam Sienta duduk di teras, memainkan pasir. Berkali-kali ia menulis nama Bintang dan Dido, lalu dihapus kembali. Ditulis lagi, dihapus kembali. Pikirannya sedang kacau. Ia harus memilih. Ini pilihan sulit. Memperbaiki hubungan, atau memulai lembaran baru?

Baru beberapa bulan menikah, Sienta memergoki Bintang, suaminya, bergandengan tangan dengan wanita lain. Sakit hati, ia memutuskan menenangkan diri ke Bali. Rencana honeymoon-nya berantakan. Pernikahannya terancam kandas. Di Pulau Dewata, ia justru bertemu dengan “teman” lamanya. Seseorang yang pernah mengisi hatinya di masa lalu. Seonggok cinta yang belum selesai, yang kini menuntut untuk dituntaskan.

Pada hati siapakah hati Sienta akhirnya berlabuh
?



Fenny ,Ria , Susi , Dan Rayna adalah sahabat sahabat Sienta . Saat Sienta menikah dengan Bintang hanya Ria dan Fenny yang bisa hadir dalam acara bahagia Sienta itu , dua sahabatnya yang lain tidak datang . Sienta mengirimi mereka Email untuk berbagi kebahagiaanya menikah dengan Bintang . Padahal Sienta pacaran sama bintang sejak lulus SMA Tapi justru dia paling terakhir menyusul keempat sahabatnya yang sudah menikah jauh hari bahkan sudah punya anak


Hubungan Sienta dan Bintang jauh dari kata mulus.Mereka putus nyambung ,putus nyambung , nyambung putus .

Susi adalah orang yang sempet bikin Sienta dan Bintang putus , juga membuat ngedate Sienta dan Bintang kacau karna dirinya . Susi datang ke mall saat Sienta dan Bintang mau nonton .Dia juga memilih duduk di kursi antara Sienta dan Bintang sehingga memisahkan pasangan itu

Susi yang datang dengan perut buncit karna tengah hamil besar , tak henti hentinya mengomentari film yang mereka tonton . Tiba tiba mengeluhkan perutnya yang terasa sakit .Sienta tidak langsumg menyadari hal itu karna sejak tadi rata rata komentar dari Susi mengandung kata ‘Aduh ‘ Sienta , Bintang dan Susi akhirnya keluar dari Bioskop dengan malu karna kegaduhan yang di timbulkan Susi dan membawa Susi ke rumah sakit . Sesampainya di rumah sakit dokter yang memeriksa Susi bilang kalau sakit di perutnya Cuma gara gara masuk angin
Bagi Ria ,Susi punya Andil yang besar dalam memperkenalkan nya pada Rico suaminya . Ria berkenalan dengan Rico pada saat mereka berlima atas ajakkan Susi nekad ke Jakarta padahal mereka orang Bandung tulen yang sama sekali gak tau Jakarta . Mereka ke Jakarta buat nonton Java Jazz . Temenya Susi namanya Jaka ada di Jakarta Rico adalah adik Jaka. Rico Gebetan Susi Dan salah satu alasan Susi ke Jakarta adalah ingin bertemu Rico . Tapi Rico justru tertarik pada Ria dan mereka akhirnya menikah

Sementara bagi Fenny ,Susi sahabatnya itu membuat sejarah tersendiri dalam proses kelahiran anak keduanya dengan Welby suaminya . Saat itu mereka berlima maunya sih ngacir ke mall tapi Fenny justru merasakan kontraksi hebat saat di perjalanan . Susi memilih berada di belakang kemudi . Tapi dia gemetar karna teriakan teriakan Fenny .Akhirnya mobl Sienta yang digunakan saat itu di larikan sekencang kencangnya dan malah menabrak hingga mobil Naas itu penyok di bagian belakang .  Sienta yang steres akhirnya mengambil alih kemudi .Saat sampai di rumah sakit Sienta menelepon Welby tapi yang didapatinya selain suara Welby adalah seorang wanita yang sedang merengek meminta di belikan sesuatu dan mengunakan kata “sayang “untuk memanggil Welby . Sienta yang emosi langsung memarahi Welby .

Untuk Sienta semua sahabatnya punya andil dalam kisah cintanya Dengan Bintang pasalnya suatu kali Sienta putus dengan Bintang . Para sahabatnya berusaha menjadi mak comblang dengan menjodohkan Sienta dengan laki laki pilihan mereka .  Ada macem macam sipat dan bentuk Sienta gak cocok deh sama mereka . Akhirnya mereka mempertemukan Sienta dan Bintang lagi dan membuat Sienta dan Bintang terbuka jalannya untuk Balikan

Sekarang baru beberapa bulan menikah . Bahkan Belum sempat bulan madu . Sienta ,menemukan Bintang di gandeng oleh wanita lain, Vini Oramg yang Sienta kenal sebagai mantan gebetan suaminya itu . Padahal Sienta baru mengurus surat cuti dan berniat mengajak Bintang honeymoon di bali karna usul Reyna yang sedang berada di sana untuk mengobati anaknya yang terkena autis dengan terapi lumba lumba .

Susi yang kabarnya juga akan menyusul kesana , Sakit hati membuat Sienta nekad ke bali haei itu juga

Ternyata selain Susi ada Ria yang sedang menemani Rico keliling indonesia , Bersama bandnya yang sudah cukup terkenal . Dulu band itu di manajeri oleh Dheni sekarang band itu di manajeri oleh Bella Tifanny srorang perempuan cantik bagaikan model yang sanggup membuat Ria gak pede mendampingi Rico , terlebih Rico lah yang paling dekat dengan Bella . Sienta ,Susi , Rayna di kenalkan dengan Dido Si vokalis band yang di gawangi Rico . Laki laki itu laki laki yang pernah mengisi hati Sienta . Kenapa gue harus bertemu dengan dia di sini? Apa ini takdir? Atau ini cobaan? Kenapa gue harus ketemu dia di saat kayak gini?pikir Sienta dalam hati.    Suatu kejadian < baca sendiri aja ya teman > Membuat Ria yakin Rico dan Bella main belakang . Ria sampai berniat bunuh diri di hadapan Rico Dan Bella supaya mereka puas .

Akankah hati Sienta kembali berlabuh pada Dido ? Melanjutkan kisah maniisnya dengan lelaki itu ? seperti apa yang dilakukan Bintang yang mungkin sedang  melanjutkan kisah cinta nya dengan Vini saat Sienta tak ada seperti dugaan Sienta ? Apakah benar bahwa pertemuannya dengan Dido adalah Takdir ?

Bagaimana hubungan Ria dan Rico akhirnya ? Akankah usaha bunuh diri yang dilakukan Ria berjalan ? Usaha apa yang akan dilakukan Rico untuk menyelamatkan perkawinannya ?

Akankah Welby tersadar dan kembali memilih istri dan anaknya ??

Temukan jawabannya dalam Sweetest Thing Yang udah beredar di toko buku terdekat 

Aku dan Sweetest Thing mari berpose hihi




novelnya jadi spesial nih ada tanda tangan kak sienta , berkat menang Giveaway hehe makasih ya allah .
buat temen temen makasih doanya yah ini berkat doa juga hihi ^^ doain lagi ya mudah mudahan kali ini kepilih lagi 

Senin, 27 Mei 2013

Review As Sweet As Blackberry..karya Sienta Sasika Novel


Judul Novel :As Sweet As Blackberry..
      Penulis :Sienta Sasika Novel .
      Penerbit : de TEEN ( Divapress )...
      ISBN : 978-602-7723-36-8
      Harga Novel : Rp 38.000....
     
     Sinopsis Novel

Namanya Bintang, cowok yang nggak cuma jadi sosok tetangga baru super menyebalkan dan punya bad attitude, tapi juga bikin bete karena disekolah jadi superstar yang dipuja-puja.

Padahal Sienta ngarep banget punya tetangga ganteng yang bisa digebet plus dijadiin pacar biar nggak gigit jari lagi klau ngeliat Rangga asyik pacaran sama si Rissa, artis yang sedang naik daun itu.

Lama-lama, sosok Bintang itu jadi begitu berbeda dimata Sienta. Setelah ia tahu, Bintang adalah sosok idola misterius yang selama ini ingin ditemuinya. Sosok Bintang yang antagonis dimata Sienta, ternyata seorang cowok yang memiliki sisi yang berbeda, dan itu terbaca dari tulisan-tulisannya.

Tapi, bagaimana caranya supaya Bintang tahu akan isi hati Sienta sementara sosok itu seakan menjauh darinya? mungkinkah momen-momen singkat mereka saat memetik blackberry menjadi jawabannya?




Sienta ngotot banget pengen tukeran kamar sama kakak nya .Rama . Gara gara kamarnya ngehadap ke rumah kosong yang super mengerikan. Sienta merasa dia sering mendengar suara suara gak jelas .Tapi Rama sama sekali gak berminat . Ketakutan Sienta awalnya karna sering mendengar cerita holor dari Agnes sahabatnya

Sienta merasa akan aman dan seneeng banget waktu mendengar kalau rumah kosong yang menyeramkan itu akan  ada yang mengisi dari kedua orang tuanya . Dan papa Sienta kenal baik sama calon tetangga baru .Karna tetangga baru itu rekan kerja papanya Sienta uang dulu timggal di Jakarta
Yang lebih bikin Sienta seneng si calon tetangga baru punya anak seumuran Sienta. Soalnya Sienta udah lama banget jomblo Sienta sudah terlanjur mencintai Rangga sangat amat dalam tapi Rangga mencintai Rissa artis yang sedang naik daun
Keasikan mikirin calon tetangga baru Sienta malah kesiangan bangun waktu tante Vega dan om Rudi tetangga yang baru itu datang.
Sienta bergegas bersiap siap . Menganti bajunya . Namun sebelum Sienta sampai dan menyapa om Rudi dan tante Vega dadanan cantiknya rusak gara gara terkena asap kenalpot motor .
Emosi Sienta naik . Ini hari penting bisa hancur kalo dandanan nya gak sempurna .Dia kan mau bikin anak tetangga barunya kelepek kelepek


Sienta dan si pengendara motor terlibat cekcok.Sienta akhirnya menonjok si pengendara dan Sienta baru tau kalo itu adalah tetangga barunya Bintang.

Diam diam mama Sienta mempromosikan sekolah Sienta pada mamanya Bintang yang membuat Bintang di masukkan ke sekolah yang sama dengan Sienta . Satu kelas pula . Sienta dan Bintang jadi di suruh orang tua mereka  berangkat bareng

Bintang menjadi idola baru di sekolah . Rissa pun menyukai dan memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada Bintang . Bintang menolak tapi Rissa TERUS MENGEJARNYA toh Bintang jomblo ini
Hingga akhirnya Bintang terpaksa mencari solusi meminta Sienta menjadi pacar pura puranya .
Tanpa persetujuan Sienta Bintang mengatakan kalau dia pacaran sama Sienta kepada Rissa yang mencarinya ke rumah Sienta karna Bintang sedang menjaga Sienta atas permintaan orang tua Sienta
Apa yang terjadi selanjutnya ? dapatkan AS SWEET AS BLACKBERRY di toko  buku terdekat di kota mu:) 



Review My DNA Love’s karya Sienta sasika novel


      :
 Judul Novel                 : My DNA Love’s 
 Penulis                       : Sienta Sasika Novel
Penerbit                     : Rumah Kreasi
 ISBN                          : 9786027517141
Harga Novel              : Rp 30.000


Jatuh cinta? Pikir Sienta saat melihat sosok Bintang yang telah menjadi suaminya karena perjodohan yang dilakukan orang tua masing. Gue? Jatuh Cinta? Nggak mungkin, Sienta tersenyum geli. Sangat tidak mungkin kalau dirinya jatuh cinta sama Bintang. Laki-laki seperti Bintang? Jauh dari kriterianya, bahkan untuk jadi teman saja tidak mungkin, apalagi kalau dia jatuh cinta.

Entah mengapa sejak enam bulan lalu, sejak perpisahan ditengah derasnya hujan, masih terasa begitu menyakitkan dan berbekas hingga saat ini dihati Sienta. Padahal Sienta masih sangat menyayangi Darren. Bahkan ia masih menyimpan foto mereka berdua di dompet. Sesekali melihat wajahnya, melihat senyumnya, melihat begitu bahagianya mereka di foto itu. Terlalu sayang dan terlalu sulit untuk dilupakan. Sienta masih sangat mencintainya, meskipun Darren entah berada dimana, tak ada kabar sama sekali. Cinta di ujung samudera memang sepertinya masih indah
Sienta dan bintang di jodohkan kedua orang tua mereka padahal mereka sama sama gak saling kenal ,belum pernah ketemu ,dan terpaut usia yang cukup jauh .Sienta baru dua puluh tiga tahun sementara Bintang udah tiga puluh tahun .Sienta masih ingin mengrjar kalier nya . Bintang masih lepingin bebas
Sienta pusing memikirkan perkataan mama nya . Katanya hari ini dia bakal ketemu sama calon suaminya ,tapi Sienta hari ini sedang buru buru ia akan menjadi pembicara di seminar yang di adakan di salah satu hotel di Bandung .Seminar itu membahas mengenai virus HPV ( Human papillomavirus ) Tiba tiba Sienta tertabrak sebuah motor . Laptop nya terlempar si pengemudi malah memarahi Sirnta dan pergi begitu saja meningalkan Sienta
Ternyata Sienta kembali bertemu dengan si pengemudi yang gak bertanggung jawab itu di rumahnya .Iya dia adalah calon Suami Sienta .
Sienta dan Bintang akan menikah dua minggu lagi yah hanya dua minggu lagi mereka menikah.
“Saya terima nikah dan kawinnya Sienta Azadirachta binti Rahman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin mas seberat lima gram dibayar tunai ‘
“Bagaimana saksi ?”
‘Sah !”
Hal itu menjadikan Sienta resmi menjadi nyonya Bintang Suherman .Siapa menyangka ? Setelah itu mereka di berangkatkan ke Lombok berhoney moon . Malam pertama mereka diisi keibutan . Saling berebut . Juga telepon telepon dari orang tua nya . Menayakan apa yang sedang mereka lakukan .
Bintang dan Sienta sedang  sarapan ketika ada seorang perempuan manis bertanya “Hai boleh kita duduk sini ?”
Andrea dan Agus .pasangan yang memperkenalkan diri sebagai suami istri yang juga sedang ber honey moon
Setelah jauh Bintang menceritakan bahwa Andrea dan Agus sama sekali tidak menikah . Agus adalah suami sahabatnya Bintang .
The Last Day

Andrea cemburu melihat kemesraan Sienta dan Bintang .Saat di kolam renang
‘Berenang ke tempat dalem yuk’ Ajak Bintang
“Ngak gue gak bisa renang “ Kata Sienta menolak
Andrea jadi tau deh Sienta gak bisa renang (Hikz)
Andrea ngajak Sienta buat ketemuan di kolam renangdengan menelepon nya saat itu  Sienta baru nyampe di kamar nya . Bintang langsung mandi ,Sienta pergi menemui Andrea tanpa sepengetahuan Bintang yang masih mandi .
“Ada apa?” Tanya Sienta ramah
“ Lu tahu alesan gue ke sini?” Tanya Andrea sambil memainkan kakinya denan air ,tangan di lipat disimpan di perutnya
“Euh,Sienta berpikir “honeymoon?” Terka Sienta meskipun dia tahu kalau Andrea dan Agus adalah pasangan selingkuh
“Bukan “ Jawab Andea dingin
Sienta diam ,Andrea semakin mendekati Sienta
“Gue ke sini karna Bintang ! “ Ucapnya tegas (Hal 64)

“Lu suka dia ?” Tanya Sienta polos
Andrea tersenyum “Iya ! Dan dia lebih milih lo dibanding gue buat jadi istrinya “ Kata Andrea kesal
“Eh mau apa ?” Tanya Sienta bingung ketika Andrea semakin mendekatinya
“Lu gak bisa berenang kan ?” Tanya Andrea
“Gue ,”
Andrea mendorong Sienta ke dalam kolam sedalam dua setengah meter .Apakah ini usaha terakhir Andrea untuk menyinggirkan Sienta ? Adakah Cinta di hati Sienta dan Bintang ?








Kamis, 23 Mei 2013

Review novel inginku karya Sienta Sasika Novel


Judul Novel : Inginku
Penulis : Sienta Sasika Novel
Penerbit : Bukune
ISBN : 602-220-077-6
Harga Novel : Rp. 38500,-
Sinopsis

Rindu ini masih saja untukmu

meski waktu telah lama berlalu.

Kisah kita seakan jadi mantra dalam hari-hari

yang terkadang terasa memilukan hati.



Dan jauh di sudut hati,

aku masih menanti,

tak bisa kumungkiri.



Namun, harapan hanya bagai tetes air

di atas embun, selalu terjatuh.

Jangan bawakan lagi aku cinta,

tak ada sisa harapan yang bisa kutawarkan kepadamu,

bahkan hingga ujung hari terakhirku….



Dan kau, mengapa masih saja berdiri di sisiku?

Benarkah esok masih ada sinar matahari

yang mampu menghangatkan cinta kita?
Azalea Daffanty dan Radhit Brahmantyo adalah sepasang kekasih saat masih menggunakan seragam putih abu abu sepuluh tahun lalu mereka berjanji bertemu di taman .Namun Lea tak pernah memenohi janjinya . Dia menghilang .


Setelah sepuluh tahun Lea Dan Radhit akhirnya bertemu kembali . Lea kembali ke Bandung
Dan bekerja disebuah rumah sakit . Sebagai seorang suster.
Matanya membelalak, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dan tanpa disadarinya pun, jantungnya berdetak tak beraturan. Dan sekarang, ia hampir saja tak bisa bernafas karenanya.
Radhit Bramantyo
Sekarang lelaki yang di cintainya di masa lalu nya telah menjadi seorang dokter .
Waktu ke waktu berlalu banyak hal yang terjadi dalam kehidupan Lea . Perlakuan kasar dari suaminya yang sering mabok mabokan dan gonta ganti pasangan membuatnya keguguran . Dia juga sempat melakukan tes apakah dia terjangkit virus HIV atau tidak . Beruntung hasilnya negative
Tapi ternyata , Lea mengidap kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi HPV
Bagaimana kehidupan lea selanjutnya ? Bagaimana reaksi Radhit  ketika mengetahuinya? Apa saja usaha yang akan di lakukan Radhit ?Apakah pada akhirnya Lea akan selamat? 


Temukan jawaban nya dalam  Inginku 

gak keburu ke toko buku ? silahkan beli online Tapi inget ya hati hati 

Book Trailernya  bisa si liat di


Surat Untuk Bapak S,zzzzt… ( by Aprian kurniawan )



Dalam senyap malam, aku berdiri menghadap jendela yang terbuka, menatap rembulan yang kala itu terbayang wajah seorang bocah yang aku kenal diperempatan jalan siang tadi.
Siang itu pusat kota ramai dan bising, tak ada yang aneh dipandanganku. Kecuali, seorang bocah botak, yang tingginya tak jauh dari dadaku. Sedang asik meradukan pena pada secarik kertas kecil. Di bawah pohon kering di pinggir jalan.
Tetap konsentrasi walau bising kenalpot kendaraan bak letupan-letupan senjata yang membombardir gendang telinganya, belum lagi panas yang menyapanya siang itu.
Selangkah demi selangkah, aku dekati anak itu.
“Kamu sedang menulis apa?” Tanya aku dengan simpul manis di bibir.
Dia tersontak kaget. Tangannya sepontan memeluk erat secarik kertas yang dia tulis tadi, matanya menyorot tajam kedalam mataku.
            “jangan takut, kakak hanya ingin mengapresiasikan apa yang kamu tulis. Boleh kakak lihat?”.
            Dengan kepala ditundukan, dia perlahan menyerahkan kertas itu.

***

Dear surat,
Untuk Bapak S,zzzt

Aku melihat bapak berjas di tv. Keren, tampan lagi. Andai aku bisa berbicara dengan bapak tentang semua cita-citaku.  Tapi aku rasa tidak mungkin, karena bapak akan kaget ketika berbicara dengan aku. Bukan karena aku dapat berbicara tiga bahasa, bukan pula karena aku pandai bersastra. Melainkan karena tak ada kata yang keluar dari mulutku, selain “nge, ange, nge’e".
Mungkin aku menulis surat ini juga akan sia-sia, sebab surat ini tak akan mugkin sampai kebapak. Tapi, aku juga megerti kok, karena banyak urusan yang bapak urusi, belum lagi protes warga yang tak ada henti-hentinya. Ntah itu salah pemerintah atau salah masyarakat sekitar.
Kalau aku bisa curhat dengan bapak, tentu aku akan bercerita banyak, tentang cita-citaku. Pertama aku ingin menjadi mentri HAM, agar HAM benar-benar diperhatikan. Bukan hanya yang geger di media saja. Paling tidak pemerintah menyediakan wadah curhat untuk remaja. Karena, bagaimanapun remaja baru berkembang seperti aku tidak bisa perasaannya terbebani sedikit saja.
Kedua, aku ingin menjadi duta besar. Agar tak ada yang bernasip seperti ibuku. Pamit dengan sehat bugar, namun pulang dengan terbungkus peti mati. Kepulangannya pun didahului kontropersi, mungkin pemerintah disana berat untuk menginfakkan peti matinya.
Ketiga, aku ingin menjadi hakim. Agar tak ada yang bernasip seperti ayahku. Bermaksud agar ada lauk makan, malah kelaparan di jeruji besi selama lima tahun, karena maling ayam Kang Junet.
Tapi.. aku tidak mau menjadi pejabat. Aku tak mau urat malu aku putus. Aku lebih senang begini, meski dengan segala keterbatasan. Setidnya aku tidak mau menerima pemberian orang, apalagi sampai memakan uang haram.
Setumpuk Koran ini cukup untuk makan aku. Dan kesendirianku cukup untuk menjadi pelajaran.

***
Setelah membaca surat itupun aku langsung terduduk lemas, disertai jatuhan-jatuhan bebatuan dari bukit kekaguman. Anak itu yang tadinya takut, malah balik menatapku heran. Meski anak itu umurnya dibawahku, namun pemikirannya jauh diatasku.
          Aku hanya duduk terpaku disampingnya, seolah kertas itu membuat keram seribu persendian dan dua ribu otot-ototku. Aku tak bisa membayangkan kalau aku berada ditempat anak itu bertahta. Dia ramaikan ruang hening kalbunya, suara canda tawanya memecah ruah seolah tak ada masalah.
          “kamu disini tinggal dimana dek?” aku bertanya dengan seribu sangkahwana yang menggelayoti pelupuk mataku.
          Kemudian dia menarik aku ketempat yang aku tak bisa menyebut tempat itu rumah. Yak, setumpukan kardus di pinggir jalan. Melihat semua itu aku sontan memeluknya. Begitu lapang hatinya untuk menenggelamkan semua masalah dan merubahnya menjadi air tenang.
          Keesokan harinya aku kembali kepusat kota untuk menemuinya. Namun, aku tidak melihatnya di bawah pohon kering itu. Tiba-tiba ada yang menoel punggungguku.
          “Eh kamu dari mana saja?”
          Dia hanya tersenyum, sambil mengangkat setumpuk koran sisa, yang tak habis terjual.
          “Kamu sudah makan?”
          Dia menggelengkan kepala.
          “Pasti kamu lapar, makan yuk!!”
          Wajahnya dilipat, tangannya menguntaikan kantong kiri yang tak ada isi.
          “Kakak yang bayar kok, ydh ayo!!” diapun tak bisa mengelakan ajakan aku lagi.
          Rasanya, aku berjalan dengan dia, seperti bersama orang yang lebih dewasa dariku. Karena setiap lampu hijau dia menggandeng tanganku dan kemudian dia berlari dengan simpul manis. Tapi yang aku herankan kenapa dia selalu memegang dada sebelah kirinya.
            Keesokan harinya aku kembali kepusat kota. Lagi-lagi aku tidak melihat dia di bawah pohon itu, tidak pula aku melihat dirinya menawarkan Koran pada setiap kaca-kaca mobil. “Lantas kemana dia?” hati aku bertanya-tanya. Aku teringat akan setumpukan kardus tempat dia tinggal, kemudian aku bergegas kesana. “Mungkin, dia sedang beristirahat” sahut hatiku tenang.
Sesampainya disana aku langsung masuk rumah yg terbuat dari kardus-kardus yg ditumpukan itu. Brak!! Kepalaku dikagetkan oleh tubuhnya yg terbujur kaku dengan hanya beralaskan kardus bekas.
Tanpa komando, aku langsung mengendongnya keluar. Semua mata disekitar kejadian itu menatapku seperti tontonan wayang dengan lakon nyata, tak ada seorangpun yang menolongku.
            “TAKSI.. TAKSI..” Aku meneriakan suara lantang kearah mobil kuning yang bertengger disebrang jalan, dan ditanganku terbaring tubuhnya.
            “Rumah sakit terdekat pak, cepat ya!”
            Meski taksi melaju kencang menuju rumah sakit, wajahku tetap menggambarkan kepanikan, apalagi ketika tubuhnya semakin bergetar. Aku hanya bisa berdoa agar dia selamat.
            Sesampainya dirumah sakit, aku langsung menggendongnya ke ruang UGD. Namun, ketika melangkah, kaki ini terasa amat kecil dan semakin kecil. Belum lagi dipenglihatanku, pintu ruang UGD semakin menghimpit. Perlu pengorbanan karena rasa cemas mulai meracuniku dan mengaburkan pandanganku. Sampai akhirnya aku sampai keruang UGD.
            “maaf mas tunggu diluar” seorang perawat memberi intruksi padaku.
            Aku duduk di kursi tunggu, dengan rasa cemas menyerbak diantara ingatan canda tawanya, sehigga menggulirkan kristal-kristal bening dari pori-pori kulitku.
            Dua puluh menit kemudian dokter keluar.
            “Bagaimana keadaannya dok?”
            “Anda bapaknya? Kenapa anda baru membawanya sekarang?”
“Memangnya apa yang terjadi dok?”
“Terjadi kebocoran pada paru-parunya, kebocorannya sudah sangat besar dan tidak bisa di oprasi lagi”
Mendengar itu aku langsung masuk ruangan dengan langkah tertatih. “Hay.. bagaimana keadaannya?” aku menyapanya dengan menyodorkan kertas dan pena.
Kemudian tangannya mulai mengayunkan pena “sudah baikan kok kak, aku bisa pulang sekarang? Uang hasil aku dagang tak akan cukup bayar rumah sakit ini! Sudah banyak aku menerima pemberian dari kakak, jadi aku tidak mau lagi.”
Kepalaku menggeleng “kamu istirahat dulu yang cukup, soal biaya jangan dipikirkan! Kakak janji ini pemberian terakhir dari kakak!”
Saat dihadapannya aku harus menyimpan air mataku dan menggantikannya dengan senyum manis, aku tak mau dia tahu tentang keadaannya. Biarlah canda tawanya tetap menyeruah dimana-mana, menari bersama angin dan menjadi guru untuk sebuah kehidupan. Walau suaranya tak dapat menyapa pepohonan, biarlah aksara-aksara yang keluar dari tangannya tetap menjadi sebuah sejarah yang tak ternilai.
Ada yang kamu inginkan sekarang?”
“Aku hanya ingin surat ini sampai ke Bapak Presiden”
Aku segera ke ruang perawat untuk meminta izin pulang. Cek cok pun terjadi, pihak rumah sakit tak mau memberikan izin dengan alasan kondisi tubuhnya yang masih lemah.
“Tapi sus, dokter menyatakan dirinya sudah telat, beri dia kesempatan untuk mewujudkan keinginannya”
Suster sejenak membungkam
“Ku mohon”
Suster mengambil pena dan menuliskan sesuatu tanpa intruksi awal.
“Minta tanda tangan ke dokter”
Aku tak mampu lagi menahan ribuan senang yang hanyut dalam perjuangan.
Seusai meminta tanda tangan dokter, aku segera mengurus administrasi dan mengendongnya dengan rasa yang tak jelas masuk ke suka atau duka. Khayalan mulai mengembang, berharap ada jamuan makan dari pihak istana. Hmmm… ya paling tidak sambutan tangan sudah cukup.
Langkah kaki di lanjutkan jemputan taksi di teras rumah sakit.
”Pak istana mesdeka” tunggangan kami segera berlari menuju lokasi.
Sesampainya di istana merdeka kami di sambut lampu jingga kemerahan yang menyorot dari balik bukit di ufuk barat, tambah bewarna merah pekat saat ketegangan terjadi di gerbang istana.
“Baik kami akan menunggu di depan”
Hari mulai menghitam, jelmaan dingin mulai merasuk dan menggetarkan tubuh anak itu.
“Ange nge nge”
“Iya kakak di sini” tangan ku menyodorkan kertas dan pena.
“Kak, sepertinya surat ini tak akan sampai ke tangan Bapak Presiden”
“Bosok kita bakal bertemu Bapak Presiden kok, kamu yang kuat ya”
Kepalanya mengangguk, dengan usaha sunyum seolah menutupi tubuhnya yang mulai panas. Sementara kedua tangan ku merangkulnya dan mengelus-elus kepalanya sampai angin menina bobokan kami.
“Tin, tin” Kelakson mobil mengawali sapaan pagi. Aku segera mengendong anak itu dan berdiri di depan gerbang.
Bapak berjas tmpan keluar dari tunggangan yang mengkilap dari lembayung pagi, menghampiri kami.
“Maaf pak, saya hanya ingin memberikan ini” setelah memberikan kertas itu, lngkah tertatih memutar arah.
“Tunggu, yang anda gendong tampak tak sadarkan diri, ada apa dengan dia?”
Pak Presiden menganjurkan membawanya masuk ke istana, guna memeriksa kondisi fisik anak itu. Tanpa penolakan aku langsung berlari kedalam dan membaringkan tubuhnya yang tidak menggambarkan pergerakan.
 Malam ini rembulan amat terang. Meski pertemuan singkat awalan kita, meski sampai kau menghembuskan nafas terakhirmu kau belum sempat mengucapkan nama. Tapi.. sungguh semangatmu terukir di disetiap bintang. Dan wajahmu terukir di rembulan.
Aku tutup jendela ini dan aku putuskan untuk tidur, karena malam semakin menghitam. Namun, meskipun tertidur, pelajaran darimu tak akan pernah tertidur, untuk selalu memacuku menjalani hari esok dan kemudian hari.









 i












Kamis, 09 Mei 2013

Review novel Strawberry Karya Sienta Sasika Novel



Judul Novel : Strawberry 

Penulis :
sienta sasika novel

Penerbit : Lukkar Press

ISBN : 978-602-95632-6-9

Harga Novel : Rp 39.000,-


Hallo teman teman ! Aku mau buat review salah satu novel karya kak Sienta Sasika Novel .Yang judulnya Strawberry
Novel ini di awali  dengan Pernikahan ayahnya Sienta dan Ibunya Bintang.Semua berubah .Bintang dan Sienta yang adalah Musuh Bubuyutan ,akhirnya harus tinggal satu rumah dengan status Sodara TIRI
Bagi Bintang Sienta adalah cewek Cupu .Bahan olok olokan nya .Senentara bagi Sienta Bintang adalah cowok yang super nyebelin.
12 tahun menduda akhirnya ayahnya Sienta  memutuskan memulai rumah tangga kembali dengan menikahi ibunya Bintang .Kharin.
Konflik antara Sienta dan Bintang semakin menjadi- jadi saat mereka di tinggalkan bulan madu oleh orang tua mereka .Hari hari Sienta dan Bintang di hiasi pertengkaran .
“Heeh…..selama orang tua kita pergi bulan madu,elo mesti nurut apa kata gue! “ perintah Bintang .
“Apa??? Elo gak usah blagu deh,ini rumah gue ma bokap  gue .TAUUU ! Jawab Sienta Ketus.
Itu sepenggal pertengkaran mereka ( NYEBRLINNNNN BANGETTTT Hal 1-10 )

Rivan keengan Sienta dari kelas 1 SMA
Rasa suka Sienta sama Rivan terjadi karena Rivan pernah menolong Sienta saat jatuh di solokan gara gara di kerjain anak- anak cewek kelas 3
Setelah kejadian itu Sienta bertekad bakalan berunah,gak akan jadi cewek yang lemah .
Sayang Rivan udah punya cewek. Namanya Anez.Udah lumayan la,a satu setengah tahun .
                                        Dirumah
“….tapi aksi elo tadi keren banget!!! Salut gue” Ucap Bintang sambil mengacungkan kedua jempolnya
“Makasih !!! eh,gue heran kok elo gak marah ma gue? Dia kan cewek elo!!”
“idiiih siapa juga yang jadian ma dia . Dia emank  dah nembak tapi gue belum jawab,perlu elo tahu yaa gue tuch Cuma suka ma satu cewek………”

“Eh kuntilanak ,elo dah bgerjain tugas biologi ma kimia blom ???”
“Udah,terus kenapa ???”
“Ee….ee…boleh gak… he…he….he…he…eee…ee….boleh gak gue lihat ?”
Sienta kemudian tertawa terbahak bahak sama sekali gak nyangka .Bontang terus memohon agar di izinkan menyontek .Soalnya Bu Santi dan Bu Zalinar ( Guru Biologi Dan Kimia ) terkenal galak banget seenggaknya di mata Bintang.
“……apapun yang elo mau gue kabulin ,pasti dan gue janji ma elo.Plizzzzz banget banget banget…..”
Sienta berpikir, meyakinkan dengan bertanya kembali pada Bintang , Setelah yakin akhirnya Sienta berkata “hmmmm….oke….tapi ada 5 persyaratan !!!”
Dengan berat hati Bintang akhirnya menerima 5 syarat meskipun menurut Bintang 5 syarat itu jelas kebanyakan .
“Yaa udah apaan syaratnya ?”
“Pertama , besok elo tolak si Tantri di depan umum ,pas jam istirahat ,yamg jelas Silvia harus liat elo nolak si Tantri
Perbincangan terjadi sesaat
“Kedua elo harus belliin gue novel harry potter yang yerbaru versi bahasa inggris,ketiga elo gak boleh pacaran!!! Sanggup”
“DASAR SINTING!!! Kalau  syarat  ke 1 ma ke 2 sih gue masih bisa lakuin tapi buat syarat yang ke 3 kayaknya…..” 
Bintang di beri waktu berpikir . Sienta menyuruh Bintang ke kamarnya kalai Bintamg udah pumya kawaban
Hahaha mampus elo Bintang !!! makanya jangan suka ngerjain gue ,ntar elo dapet balesannya ,syukurin syukurin ( KENA ELO GUE KERJAIN Hal 11-20 )

Walaupun berat akhirnya Bintang Menyetujui semua syarat yang Sienta berikan .
Waktu penolakan itu tiba
“…..Sekarang Bintang mau nolak Tantri “
“Beneran Tanya Silvia dan Chea
“Iyalah lihat aja nanti si Bintang pasti nolak Si Tantri”
“Tan…sorry …. Banget…. gue gak bisa jadian ma elo “ Ucap bintang lembut
“Bin elo becanda kan ngomong semua ini ma gue!!!”
“Sorry …Tan …gue …Ucap Bintang sambil berjalan kearah seorang cewek
“Gue… Gue sebenernya sayang ma Sienta dan gue pengen sienta jadi cewe gue” Ucap Bintang sambil menggandeng Sienta ( KOK NEMBAK SICH Hal 21-32 )

“……Heh elo tuch goblok banget sih.Gak kasian apa sama Silvia ? Dia tuch sayang banget ma elo bego!!! Lagian kalo mau nembak cewek gak usah gue donk ,masih banyak kan cewek di sekolah…. Bikin muka gue tercoreng aja di depan ……. Oceh sienta  yang tiba tiba terhenti
“ Di depan siapa ? “ Tanya Bintang
Tapi sienta bungkam ,tak bicara
“Di depan Rivan kan ? “ Ejek Bintang
“ ….Elo ….kenapa ? Hei…
Bintang memegang buku harian Sienta . Dan mengajukan 5 syarat . Kalau sienta menolak buku harian itu gak akan pernah di kembaliin . Dan bakalan di sebar fotoCopy nya
Syarat pertama yang di ajukan Buntang adalah Sienta harus menghapus syarat ke 4 dan 5 ,kedua harus mau jadi ceweknya bintang buat sementara waktu.Sementara syarat ke 3 sampe ke 5 akan Bintang pikirkan nanti

Masalahnya si sana tertuang juga soal kakak STRAWBERRY cinta pertama Sienta yang Sienta kenal waktu kecil.Saat dirinya di rawat di rumah sakit karna jatuh dari tangga .
Sienta sempat di janjikan oleh kakak Strawberry bahwa dia akan nemuin Sienta kalau dia udah sembuh . Sambil bawa kalung Strawberry buat sienta .
Tapi kakak strawberry meninggal setelah seminggu Sienta pulang . Kakak strawberry meninggal karna kangker darah (  SENJATA MAKAN TUAN & CERITA MASA LALU Hal 33-48 )
“Pliiz jawab gue bener bener sayang ma elo “ Ucap Bintang memohon pada Sienta
“Elo… Ucap Sienta yang melihat Bintang sedang Cengengesan seolah meledek Sienta
Sienta kemudian meririk Silvia dan Chea yang menyuruh Sienta mengiyakan permintaan Bintang .Kemudian beralih pada Rivan yang tidak mengerti apa yang terjadi .
“Iyalah” jawab Sienta singkat dengan wajah yang tidak iklas . (JADIANNNNN Hal 49-58 )
                                      Senin,31 JANUARI 2005
Ada sesuatu yang indah dan sehelai surat di Loker Sienta yang di temukan Silvia dan Chea
Dear Sienta ,
Gue harap elo suka debngan apa yang gue kasih ma elo, gue tau elo suka banget ma strawberry .So gue Cuma bisa ngasih ini buat elo.gue harap elo suka
Tiap hari elo bakalan gue kasih hadiah
Kakak Strawberry
( KAKAK STRAWBERRY DATANG LAGI Hal 59-64 )
Bener aja setiap hari Sienta mendapatkan hadiah dari kakak strawberry nya .Dan berita itu menyebar ke seluruh plosok sekolah .

Sienta ,Silvia dan Chea memutuskan makan di warteg , Chea yang teraktir . Srmua ini untuk menghibur Sienta yang ngelamun bin bengong terus gara gara kakak starawberry .
Tapi ketika mereka sedang makan tiba tiba banyak gerpmbolan motor yang mengepung salah satu motor
Awalnya Sienta gak peduli . Tapi teryata yang jadi korban adalah Rivan .Sienta langsung maju dan berniat menghajar mereka satu satu . Menangtang.
Saat  mereja sepakat untuk mengeroyok Sienta polisi tiba tiba datang . Mereka berlari bertebaran
Sienta , silvia dan Chea bersama polisi membawa Rivan ke Rumah Sakit


Rivan menceritakan pada Sienta kalau dia dah putus ma Anez . Dia di bohongin . Rivan teryata cowok selingkuhannya Anez dan sekarang Rivan benci banget ma Anez
( DAPET PELUANG EMAS Hal 65-76 )

Sienta dan Bintang sedang mengonrol. Setelah maen  GAME sambil duduk di food court Istana Plaza
“Hei… Bintang apa kabar ? ‘ Tanya cewek cantik itu
“…….”
“……”
“Nanda!!! ‘ ucap bintang kaget

Hanya pada Nanda Bintang menceritakan bahwa Sienta adalah adik tirinya . Saat sienta akan mengaku bahwa dia ceweknya Bintang . Juga menceritakan bahwa dia udah pindah rumah. Tinggal satu rumah dengan Sienta .Siapa ya Ananda sebenernya ? Akankah Sienta memamfaatkan peluang emas untuk bersama Rivan ? Siapakah jati diri seseorang yang memberi hadiah pada Sienta dan mengaku sebagai kakak Strawberry ? Bagaimana nasib Diary Sienta yang ada di tangan Bintang ? Sampai kapan Sienta dan Bintang berpura pura pacaran ? Lalu bagaimana  dengan rumah tangga orang tua mereka ?
Penasaran kan ? yuk beli novel nya baca sendiri kisahya



Teman teman MAKASIH udah mampir ke blog Dunia Kecil “Si Koneng “ mudah mudahan review nya buat kalian penasaran bukan nya nyesel udah nyempetin baca .
 Ohya minta doanya yah review aku mudah mudahan bisa masuk salah satu yang terbaik :) 
buat kalian yang mau ikut lomba mereview novel karya sienta sasika novel bisa buka link info lomba nya ;)